Pengertian sederhana dari akuntansi adalah suatu ilmu yang digunakan untuk mempelajari aktivitas pengeluaran dan pemasukan keuangan. Sedangkan pengertian akuntansi dalam artian luas adalah proses kegiatan jasa untuk mengolah data-data keuangan atau input yang nantinya akan menghasilkan informasi keuangan atau output dalam ukuran uang yang bermanfaat bagi beberapa pihak yang berkepentingan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Pihak-pihak yang membutuhkan informasi keuangan akuntansi adalah:
1. Pihak intern
Pihak intern adalah manajemen perusahaan, informasi keuangan sangat dibutuhkan oleh pihak manajemen perusahaan untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan yang dikelolanya. Laporan keuangan aka dijadikan dasar penyusunan anggaran dan perumusan kebijakan ekonomi perusahaan.
Karyawan, informasi keuangan sebagai dasar untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam pemberian, gaji, fasilitas, bonus dan untuk menilai prospek perusahaan sehingga dapat dijadikan dasar untuk memutuskan akan tetap bekerja di perusahaan tersebut atau pindah.
2. Pihak ekstern
- Pemilik perusahaan, informasi keuangan dijadikan dasar untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dan sebagai dasar untuk menilai kinerja dari manajemen perusahaan.
- Bank atau Kreditur, informasi keuangan dijadikan dasar oleh pihak kreditur atau bank untuk menilai tingkat kesehatan suatu perusahaan yang akan dan telah melakukan pinjaman modal dan infromasi keuangan juga dijadikan dasar untuk mengetahui tingkat kemampuan debitur dalam mengembalikan kewajibannya (utang/pinjaman).
- Investor, informasi keuangan dijadikan dasar dalam berinvestasi. Apakah modal yang diinvestasikan dalam suatu perusahaan akan memberikan keuntungan atau tidak.
- Pemerintah, informasi keuangan digunakan sebagai dasar dalam penetapan besaran pajak yang akan dibayarkan oleh suatu perusahaan dan juga untuk mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam pemberian UMR karyawan serta pemberian fasilitas-fasilitas bagi karyawan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan yang berlaku.
3. Pihak-pihak lain
Pihak-pihak lainnya diantaranya mahasiswa yang membutuhkan informasi keuangan suatu perusahaan untuk menyusun skripsi, lembaga sosial sebagai dasar untuk menentukan suatu perusahaan yang akan dimintai untuk memberikan sumbangan atau donatur, dan calon relasi kerja untuk memutuskan apakah jadi bekerjasama atau tidak.
Sumber : http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/06/pengantar-akuntansi-dasar.htmlThursday, 20 November 2014
0 Pengantar Akuntansi Dasar
Pengertian sederhana dari akuntansi adalah suatu ilmu yang digunakan untuk mempelajari aktivitas pengeluaran dan pemasukan keuangan. Sedangkan pengertian akuntansi dalam artian luas adalah proses kegiatan jasa untuk mengolah data-data keuangan atau input yang nantinya akan menghasilkan informasi keuangan atau output dalam ukuran uang yang bermanfaat bagi beberapa pihak yang berkepentingan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Pihak-pihak yang membutuhkan informasi keuangan akuntansi adalah:
1. Pihak intern
Pihak intern adalah manajemen perusahaan, informasi keuangan sangat dibutuhkan oleh pihak manajemen perusahaan untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan yang dikelolanya. Laporan keuangan aka dijadikan dasar penyusunan anggaran dan perumusan kebijakan ekonomi perusahaan.
Karyawan, informasi keuangan sebagai dasar untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam pemberian, gaji, fasilitas, bonus dan untuk menilai prospek perusahaan sehingga dapat dijadikan dasar untuk memutuskan akan tetap bekerja di perusahaan tersebut atau pindah.
2. Pihak ekstern
- Pemilik perusahaan, informasi keuangan dijadikan dasar untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dan sebagai dasar untuk menilai kinerja dari manajemen perusahaan.
- Bank atau Kreditur, informasi keuangan dijadikan dasar oleh pihak kreditur atau bank untuk menilai tingkat kesehatan suatu perusahaan yang akan dan telah melakukan pinjaman modal dan infromasi keuangan juga dijadikan dasar untuk mengetahui tingkat kemampuan debitur dalam mengembalikan kewajibannya (utang/pinjaman).
- Investor, informasi keuangan dijadikan dasar dalam berinvestasi. Apakah modal yang diinvestasikan dalam suatu perusahaan akan memberikan keuntungan atau tidak.
- Pemerintah, informasi keuangan digunakan sebagai dasar dalam penetapan besaran pajak yang akan dibayarkan oleh suatu perusahaan dan juga untuk mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam pemberian UMR karyawan serta pemberian fasilitas-fasilitas bagi karyawan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan yang berlaku.
3. Pihak-pihak lain
Pihak-pihak lainnya diantaranya mahasiswa yang membutuhkan informasi keuangan suatu perusahaan untuk menyusun skripsi, lembaga sosial sebagai dasar untuk menentukan suatu perusahaan yang akan dimintai untuk memberikan sumbangan atau donatur, dan calon relasi kerja untuk memutuskan apakah jadi bekerjasama atau tidak.
Sumber : http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/06/pengantar-akuntansi-dasar.htmlTuesday, 18 November 2014
0 8 Sifat Khawarij dalam Sunnah
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Istilah khowarij semakin popular akhir-akhir ini. Setelah sejumlah kelompok menggelari pejuang Islam yang melawan kezaliman penguasanya yang menolak syariat Islam sebagai khowarij. Atau sejumlah aktifis yang memberikan kritik dan menuntut kemashlahatan mereka dengan aksi massa digelari khowarij karena melawan pemerintah. Juga munculnya sejumlah kelompok yang mengumbar takfir terhadap pihak-pihak yang dianggap menyimpang dari kalangan muslimin. Ringkasnya, istilah khowarij sudah diumbar dan disematkan dengan cara hak maupun batil.
Diakui bahwa khowarij merupakan satu kelompok yang banyak disebutkan oleh sunnah dengan peringatan sangat keras. Ada lebih 20 hadits shahih dan hasan yang menerangkan sifat-sifatnya. Ini menunjukkan, khowarij kelompok yang sangat buruk dan berbahaya bagi kaum muslimin. Banyak orang bisa tertipu karena zahir mereka terlihat sangat shalih dan bertakwa. Sangat keras dalam masalah iman dan kekufuran, sangat rajin ibadahnya, dan menunjukkan sikap beda dengan kebanyakan manusia.
Terhadap pihak-pihak yang tak sepaham dari kalangan kaum muslimin, mudah mengafirkan sampai menghalalkan darah. Inilah madzhab mereka yang sangat menonjol.
Para ulama telah membicarakan tentang ciri-ciri utama kelompok ini, namun semua itu hanya kriteria-kriteria yang mendekati hakikat mereka, petunjuk-petunjuk yang mengindikasikan kelompok ini sepanjang zaman.
Syaikh ‘Ammar al-Shoyashinah dalam tulisannya “Sifat-sifat Khawarij dalam Sunnah Nabawiyah” menyebutkan 8 sifat kelompok khawarij yang paling menonjol.
Pertama, kelompok ini didominasi orang-orang yang berusia muda. Sedikit sekali orang tua atau sesepuh yang berilmu dan berpengalaman di tengah-tengah mereka. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengisyaratkan, Hudatsa’ al-Asnan. Al-Hafidz Ibnul Hajar dalam Fathul Baari (12287) berkata, “al-Hadats adalah berusia muda.”
Kedua, terlalu berani berkomentar (sembrono) dan minus ilmu. Umumnya kelompok khawarij dan anak-anak muda yang mengadopsi pemikiran mereka adalah orang-orang yang memiliki semangat tinggi dalam beragama, namun mereka suka terburu-buru dan tidak sabar. Mereka mudah berkomentar, menyimpulkan hukum dari satu masalah, dan mudah menghakimi. Padahal mereka tidak menguasai disiplin ilmu syar’i dan kaidah-kaidah hukum, berpandangan pendek, berwawasan sempit, dan tidak memiliki bashirah. Sinyal ini terdapat dalam sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tenang sifat mereka, “Hudtsa’ al-Asnan, Sufaha’ al-Ahlam”. Yakni berusia muda dan berpikiran pendek, sempit, dan sembrono.
Hal ini menunjukkan bahwa kematangan usia dan pengalaman hidup itu mempengaruhi kepribadian, kemampuan membaca situasi dan menyimpulkannya.
Ketiga, berbangga diri (sombong) dan merasa tinggi (hebat). Mereka terlalu membanggakan kemampuan diri dan amal mereka sehingga mereka sering memamerkan jasa dan aktifitas mereka. Mereka merasa yang paling pintar sehingga suka merendahkan para ulama. Menghadapi persoalan dan peristiwa tanpa mau melakukan investigasi dan menelusuri kasusnya, dan tidak mau kembali kepada ulama di bidangnya.
Keempat, memiliki semangat tinggi dalam ibadah. Mereka adalah orang-orang yang rajin shalat, puasa, membaca Al-Qur'an, banyak berdzikir, dan berkorban untuk dien ini. Semua ini yang membuat mereka tertipu dan berbangga diri. Sehingga Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memperingatkan para sahabatnya tentang sifat khawarij, bahwa kuantitas tilawah, shalat dan puasa para sahabat tidak ada apa-apanya di hadapan amal-amal mereka. (HR. Muslim)
Kelima, salah memahami ayat-ayat Al-Qur'an bersamaan dengan seringnya mereka membacanya. Kaum khawarij sering menampilkan Al-Qur'an dan berdalil dengannya, tapi tanpa dibarengi ilmu dan pemahaman yang benar. Mereka sering meletakkan ayat bukan pada tempatnya. Sehingga disifati oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, “mereka membaca Al-Qur'an tapi Al-Qur'an itu tidak melampui tenggorokan mereka.” (HR. Muslim)
Imam Nawawi menjelaskan maksudnya, “Bacaan Al-Qur'an mereka tidak membawa manfaat untuk mereka kecuali melewati lisan mereka saja, bacaan itu tidak sampai kepada hati mereka.”
Keenam, hebat dalam beretorika dan orasi. Kalimat-kalimat mereka sangat bagus dan indah. Mereka ahli berargumen dan menyeru kepada tahkim syariah sehingga hukum itu dikembalikan kepada Allah dan mengajak memerangi orang murtad dan kafir. Tapi perbuatan mereka menyalahi perkataannya. Orang-orang murtad dan kafir menurut mereka tidak seperti yang dipahami para ulama. Serampangan dalam menghukumi kafir dan murtad. Sehingga lebih senang menumpahkan darah sesama muslim yang dianggap kafir daripada menghadapi orang kafir asli yang tak diragukan lagi kekafirannya.
Ketujuh, takfir (gampang mengafirkan pihak lain dari kaum muslimin) dan menghalalkan darah mereka. Ini sifat khas mereka yang membedakan dari selainnya. Mereka mengafirkan seenaknya dan menghalalkan darah orang-orang yang berbeda dengannya. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengabarkan tentang mereka, “Mereka membunuhi orang-orang Islam dan membiarkan penyembah berhala.” (Muttafaq ‘Alaih)
Karena sebab inilah, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sangat mencela kaum khawarij. Hal ini karena mereka menghukumi kafir orang-orang yang menyalahi kesimpulan mereka. Saat mereka menghukumi kafir kaum muslimin tersebut, maka mereka menghalalkan darah kaum muslimin.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa berkata, “Sesungguhnya mereka menghalalkan darah ahli kiblat (orang Islam) karena mereka meyakini bahwa mereka telah murtad, dan ini lebih banyak daripada mereka menghalalkan darah orang-orang kafir (asli) yang tidak murtad.”
Kedelapan, suka tampil beda dari yang lain baik dalam berpakaian, berperilaku dan slogan-slogan. Seperti pada zaman Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu, mereka suka menggunduli rambut. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengabarkan cirri mereka ini, “Ciri khas mereka adalah mencukur habis rabutnya.” (HR. Al-Bukhari).
Imam al-Qurthubi berkata menjelaskan tentang ciri khas mereka di atas, “Mereka menjadikan itu sebagai tanda bagi mereka karena menolak perhiasan dunia dan simbol untuk dikenal.” Wallahu A’lam.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/aqidah/2014/10/23/33536/8-sifat-khawarij-dalam-sunnah/#sthash.9jkkrQg7.dpufAnda sedang membaca artikel tentang
dan anda bisa menemukan artikel
ini dengan url https://hadiedjava.blogspot.com/2014/11/8-sifat-khawarij-dalam-sunnah.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel
ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link
sumbernya.
Wednesday, 1 January 2014
0 Racun-Racun Hati (3): Racun Dalam Perut Perusak Ruh Manusia
Setelah racun lisan dan racun mata, yang juga sangat berbahaya bagi kesehatan hati kita adalah racun perut. Seperti apakah racun perut itu?
Racun perut adalah racun yang datang dari makanan atau minuman yang kita masukkan kedalam perut kita. Namun pengertian racun disini bukanlah sebagaimana yang biasa kita pahami. Racun perut yang dimaksud disini meliputi dua hal.
1) Pertama, segala jenis makanan yang haram. Meskipun sedikit, makanan yang haram akan meracuni hati kita. Makanan yang haram bisa dibedakan menjadi dua. Yang pertama, makanan yang secara dzatnya memang sudah haram, seperti daging babi, bangkai, darah, minuman keras, dan sebagainya. Yang kedua, makanan yang haram karena didapatkan dengan cara yang haram seperti mencuri, merampok, menipu, dan sebagainya. Semua jenis makanan yang haram ini akan menyebabkan hati kita menjadi keras. Jangankan makanan yang haram, makanan yang syubhat (yang masih belum jelas kehalalannya) pun bisa mengurangi kekhusyukan dan kenikmatan seseorang dalam beribadah.
2) Adapun racun perut yang kedua adalah makanan-makanan yang dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, meskipun makanan tersebut halal. Imam Ahmad dan Turmudzi meriwayatkan sebuah hadits dari Al-Miqdan bin Ma’ad Yakrib bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Tidak ada ‘bejana’ anak cucu Adam yang lebih berbahaya daripada perut mereka (yakni ketika biasa diisi dengan makanan secara berlebihan). Cukuplah bagi seorang manusia beberapa suapan makanan yang bisa mengokohkan otot-otot dan persendiannya. Jika tidak bisa demikian, hendaknya ia mengisi sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga lagi untuk minuman, dan sepertiga yang lainnya untuk nafasnya.”
Kedua jenis racun perut diatas bisa mengakibatkan berbagai dampak buruk pada diri seseorang, antara lain:
1) Membuat orang tersebut gampang berbuat maksiat,
2) Membuat orang tersebut berat dan malas untuk beribadah dan melakukan ketaatan kepada Allah,
3) Mengeraskan hati,
4) Melemahkan pemahaman dan kecerdasan,
5) Menguatkan nafsu seksual, dan
6) Menggelorakan emosi.
Dari sini tampak jelas betapa racun perut benar-benar berbahaya bagi kualitas ruhani seorang manusia. Dan ini tentunya bisa kita saksikan dengan mata kepala kita sendiri. Betapa banyak orang melakukan kemaksiatan seperti mencuri, korupsi, merampok, menipu dan sebagainya, hanya karena ingin memenuhi hasrat perutnya. Betapa banyak pula orang menjadi malas beribadah dan luntur komitmennya pada agama karena ia terbiasa memuaskan hasrat perutnya tanpa kenal batas.
Apakah kita tidak tahu bahwa syetan akan bisa menggoda dan memperdaya kita dengan mudah tatkala kita tidak bisa mengendalikan perut kita? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Sesungguhnya syetan menggoda manusia melalui jalan peredaran darahnya. Oleh karena itu, persempitlah pergerakan syetan dengan banyak berpuasa (karena puasa bisa mempersempit jalan peredaran darah).” (Hadits Muttafaq ‘Alaih dari Ummul Mu’minin Shafiyyah radhiyallahu ‘anha)
Tidak hanya membahayakan kesehatan hati dan ruhani kita, mengkonsumsi makanan yang haram juga membahayakan kesehatan jasmani kita, karena tidaklah Allah mengharamkan suatu makanan kecuali pasti ada banyak madharat didalamnya. Demikian pula berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan juga berbahaya bagi kesehatan jasmani kita. Tidak sedikit bukan berbagai macam penyakit fisik yang timbul karena kelebihan gula, kelebihan kolesterol lemak dan kelebihan zat-zat makanan yang lainnya?
Karena itu wahai saudaraku, marilah kita semua berusaha untuk mengendalikan perut kita. Karena jika tidak, hal ini akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin menghancurkan agama dan umat ini. Lihatlah, betapa negeri kita sudah diserbu oleh berbagai makanan ala fast food dan yang semacamnya, yang seolah-olah siap mengenyangkan perut kita dan memuaskan lidah kita. Kalau kita sudah terlena dengan semua makanan lezat tersebut maka kita tidak akan lagi memiliki kepekaan terhadap berbagai permasalahan yang melanda agama dan umat ini. Kita akan menjadi budak perut, yang tidak lagi memiliki kepekaan hati! Semestinya kita yang mengaku sebagai umat Islam ini mengambil teladan dari Rasulullah, yang keadaannya dinyatakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah sebagai berikut: “Belum pernah keluarga Muhammad kenyang dengan roti gandum selama tiga hari berturut-turut, sejak kedatangan beliau ke Madinah sampai dengan beliau wafat.”
Sebagai penutup, marilah kita dengar nasihat seorang ulama dari generasi salaf yang bernama Ibrahim bin Adham. Beliau berkata,”Barangsiapa menjaga perutnya berarti ia menjaga agamanya. Dan barangsiapa bisa menguasai rasa laparnya pastilah ia memiliki akhlaq yang baik. Sesungguhnya maksiat kepada Allah itu jauh dari orang-orang yang lapar dan dekat dengan orang-orang yang terbiasa kenyang.”
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2013/12/11/28022/racunracun-hati-3-racun-dalam-perut-perusak-ruh-manusia/#sthash.Xtxm2xZz.dpuf
Anda sedang membaca artikel tentang
dan anda bisa menemukan artikel
ini dengan url https://hadiedjava.blogspot.com/2014/01/racun-racun-hati-3-racun-dalam-perut.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel
ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link
sumbernya.
Friday, 20 December 2013
0 Racun-Racun Hati (2): Racun Pandangan Mata
Sahabat...
Setelah membahas tentang racun lisan (fudhulul kalam) sebagai salah satu racun hati, kita beralih pada racun hati lainnya yang tidak kalah berbahayanya: Racun Pandangan Mata (fudhulun nazhar).
Racun pandangan mata akan menyerang hati kita tatkala kita mengumbar pandangan mata dan mengarahkan pandangan kita pada hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Diantara pandangan-pandangan mata yang diharamkan, memandang lawan jenis yang bukan hak kita adalah yang paling berbahaya. Memanjakan pandangan kita pada barang-barang mewah di mal, pasar dan sejenisnya juga bisa mendatangkan racun bagi hati kita. Demikian pula terlalu banyak menggunakan penglihatan untuk hal-hal yang sia-sia juga bisa meracuni hati kita.
Pandangan mata yang diumbar dan tidak dikendalikan akan merusak hati kita. Ia ibarat panah beracun yang dilesakkan Iblis ke arah hati kita. Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits Nabi dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Pandangan mata adalah panah beracun yang dilesakkan oleh Iblis. Barangsiapa memejamkan matanya (dari yang haram) karena Allah, maka Allah akan memberikan pada hatinya lezatnya iman, yang akan ia dapat sampai ia berjumpa dengan-Nya.”
Masih dari Imam Ahmad, beliau juga meriwayatkan hadits Nabi yang lain dari Abu Umamah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang mukmin ketika melihat kecantikan seorang wanita kemudian ia memejamkan matanya, kecuali Allah akan memberikan kepadanya kenikmatan beribadah.”
Ketika ketika memandang sesuatu yang diharamkan oleh Allah, racunnya akan masuk kedalam hati kita. Sebagaimana sifat racun, racun pandangan mata tidak akan bisa hilang begitu saja dari dalam hati kita. Ia akan membekas dalam hati kita, dan tidak mudah bagi kita untuk menghilangkannya begitu saja. Dibutuhkan terapi dan pengobatan yang intensif agar racun tersebut benar-benar hilang dari dalam hati kita.
Bersamaan dengan pandangan mata kita terhadap sesuatu yang haram, syetan ikut masuk kedalam hati kita dengan cepat, lebih cepat daripada masuknya udara ke tempat yang kosong. Ketika itulah syetan menghias bagi kita apa yang kita lihat itu, sehingga semuanya tampak mempesona dan membuat kita terpana dan terkesima. Lalu syetan membisikkan janji-janji, harapan-harapan dan lamunan-lamunan pada hati kita, sehingga api syahwat menyala dalam diri kita. Jika kita pada saat itu tidak bisa mengendalikan diri, kitapun akan terjatuh kedalam kemaksiatan yang nyata.
Tentang betapa berbahayanya pandangan mata, Imam Al-Ghazali berkata,”(Semua berawal dari) pandangan mata (antara dua lawan jenis), lalu senyuman, lalu sapaan, lalu pembicaraan, lalu janji (untuk bertemu), lalu pertemuan (antara keduanya). Ketika itulah syetan menjadi pihak yang ketiga.” Demikianlah kemaksiatan dan perbuatan yang keji bisa terjadi bermula dari sekadar pandangan mata.
Pandangan mata yang diumbar dan tidak dikendalikan juga akan menyibukkan hati kita, sehingga kita menjadi lupa pada berbagai kebaikan dan amal shalih. Ketika itulah kita bisa terjebak untuk menuruti dorongan hawa nafsu dan terlena dalam kelalaian tersebut. ”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingati kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS Al-Kahfi: 28)
Karena sedemikian berbahayanya pandangan mata jika diumbar dan tidak dikendalikan, Allah menyeru kepada orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, agar menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang terlarang. Dalam QS An-Nuur: 30-31, Allah berfirman,”Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya ....”
Dan langsung sesudah ayat-ayat ini, Allah berfirman,”Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi....” (QS An-Nuur: 35) Ini adalah sebuah isyarat bahwa kepada orang-orang beriman yang menahan dan menjaga pandangannya, Allah akan memberikan kepada hati mereka cahaya. Ketika itulah, mereka akan mudah menerima berbagai macam kebaikan dari manapun asalnya. Mereka juga akan mampu membedakan yang haq dengan yang batil, yang sunnah dengan yang bid’ah, dan demikian seterusnya.
Disamping itu, Allah akan memberikan kepada mereka firasat yang benar, yang mengenai hal ini Rasulullah bersabda,”Takutlah kalian pada firasat seorang mukmin, karena ia melihat dengan cahaya Allah.” Menguatkan hal ini, seorang tabi’in berkata,”Barangsiapa yang zhahirnya disibukkan dengan amalan-amalan sunnah, batinnya senantiasa muraqabah kepada Allah, pandangan matanya ia jaga dari yang haram, dirinya ia cegah dari perkara syubhat, dan perutnya ia beri makan dari yang halal saja, maka tidak akan salah firasatnya."
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2013/12/10/28024/racunracun-hati-2-racun-pandangan-mata/#sthash.d8eLkQbg.dpuf
Anda sedang membaca artikel tentang
dan anda bisa menemukan artikel
ini dengan url https://hadiedjava.blogspot.com/2013/12/racun-racun-hati-2-racun-pandangan-mata.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel
ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link
sumbernya.
0 Racun-Racun Hati (1): Racun Lisan Perusak Jiwa Manusia
Sahabat...
Diantara racun-racun hati, yang selalu disebut pertama kali oleh para ulama adalah racun lisan. Ini dikarenakan banyaknya kemaksiatan dan kerusakan yang disebabkan oleh lisan. Hati dan perasaan bisa tersinggung karena lisan. Gosip yang memerahkan telinga bisa berhembus dengan cepat karena lisan. Fitnah yang dahsyat bisa tersebar karena lisan. Kesalahpahaman terjadi karena lisan. Konflik, pertikaian dan bahkan pertumpahan darah terjadi karena lisan.
Sedemikian vitalnya lisan ini sampai-sampai Rasulullah mengukur kualitas keimanan seseorang dari lisannya. Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, ”Tidaklah lurus iman seseorang sampai lurus hatinya. Dan tidaklah lurus hati seseorang sampai lurus lisannya.” (HR Ahmad). Dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata-kata yang baik atau diam saja.” (HR Bukhari dan Muslim).
Menegaskan bisa sedemikian berbahayanya lisan jika tidak dijaga, Umar bin Khaththab berkata, ”Barangsiapa banyak bicaranya maka akan banyak tergelincirnya. Barangsiapa banyak tergelincirnya maka banyaklah dosanya. Dan barangsiapa banyak dosanya maka neraka lebih pantas untuknya.”
Mu’adz bin Jabal pernah menanyakan berbagai kebaikan kepada Rasulullah. Semuanya pun dijawab oleh Rasulullah. Setelah itu, Rasulullah balik bertanya kepada Mu’adz, ”Maukah engkau aku beritahu yang lebih besar dari semua kebaikan itu?” Mu’adz menjawab, ”Tentu, wahai Rasulullah.” Maka sambil memegang lisan, Rasulullah bersabda, ”Jagalah ini!” Mu’adz bertanya dengan nada agak protes, ”Wahai Nabi Allah, apakah kita akan dicelakakan oleh apa yang kita ucapkan?” Rasulullah menjawab, ”Kasihan engkau, Mu’adz. Mestinya engkau tahu itu.” Lalu beliau melanjutkan, ”Apakah kiranya yang akan menjerumuskan manusia kedalam api neraka kecuali lisannya?” (HR Turmudzi dan Hakim).
Abu Hurairah pernah menceritakan bahwa suatu ketika Nabi ditanya tentang apa yang paling banyak menjadikan manusia masuk surga. Beliau saw menjawab, ”Taqwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” Sesudah itu Nabi ditanya apa yang paling banyak menjerumuskan manusia kedalam neraka. Beliau saw menjawab, ”Mulut dan kemaluan.” (HR Ahmad dan Turmudzi).
Dari sini jelas bagi kita semua bahwa ternyata lisan kita amat menentukan nasib kita di akhirat. Selamat dan celakanya kita pada hari pembalasan kelak sangat ditentukan oleh sejauhmana kita bisa menjaga lisan kita. Sayangnya, seringkali kita tidak sadar. Seringkali kita lalai terhadap setiap kata yang meluncur dari lisan kita. Padahal dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya seseorang mengucapkan satu kata yang ia sangka bukan apa-apa (tidak berdosa) padahal satu kata itu ternyata akan menggelincirkannya selama tujuh puluh tahun didalam neraka.” Dalam redaksi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya seseorang mengucapkan satu kata yang tidak ia teliti sebelumnya sehingga akibat satu kata itu ia tergelincir kedalam neraka sejauh jarak antara timur dan barat.” Masya-allah! Jika demikian, bagaimana dengan keadaan kita selama ini? Apakah kita senantiasa meneliti setiap kata yang keluar dari lisan kita? Ataukah kita tidak pernah mengendalikannya sehingga tanpa sadar hal itu akan melemparkan kita kedalam neraka?
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ummu Habibah, Rasulullah bersabda, ”Setiap perkataan anak Adam akan menjadi beban baginya kecuali amar makruf nahi munkar dan dzikrullah.” (HR Ibnu Majah dan Turmudzi).
Oleh karena itu, Al-Qur’an dalam banyak tempat memerintahkan kepada kita untuk berbicara dengan tepat. Allah swt berfirman, ”Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bertuturkatalah dengan tepat, niscaya Allah akan memperbaiki untuk kalian amal-amal kalian dan Dia akan mengampuni untuk kalian dosa-dosa kalian.” Demikianlah Allah memerintahkan kepada kita untuk berkata-kata dengan tepat, sesuai dengan tempat, waktu, situasi dan kondisi. Betapa banyak orang yang bermaksud baik akan tetapi ketika ia menyampaikannya dengan tidak tepat maka justru muncul masalah besar.
Akhirnya, marilah kita benar-benar menjaga lisan kita. Katakan tidak pada ghibah (menggosip), namimah (memfitnah), kata-kata batil, kata-kata keji, mau menang sendiri, debat kusir, cekcok mulut, nyanyian-nyanyian batil, memuji-muji tidak pada tempatnya, menjelek-jelekkan orang, dan sebagainya.
Sebagai penutup, marilah kita dengar pesan Rasulullah ketika Uqbah bin Amir bertanya kepada beliau, ”Wahai Rasulullah, apakah jalan keselamatan itu?” Rasulullah bersabda, ”Tahanlah (jagalah) lisanmu, bahagiakan keluargamu, dan menangislah atas kesalahan-kesalahanmu.” (HR Bukhari dan Muslim)
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2013/12/09/28023/racunracun-hati-1-racun-lisan-perusak-jiwa-manusia/#sthash.itrtCWkv.dpuf
Anda sedang membaca artikel tentang
dan anda bisa menemukan artikel
ini dengan url https://hadiedjava.blogspot.com/2013/12/racun-racun-hati-1-racun-lisan-perusak.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel
ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link
sumbernya.
Wednesday, 12 June 2013
0 R.A. Kartini dan para Yahudi Belanda
Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?
Oleh Artawijaya*
(Arrahmah.com) - Lewat sebuah iklan di Majalah De Hollandse Lelie, sebuah majalah wanita yang terkenal pada saat itu dan terbit di Belanda, Raden Ajeng Kartini (1879-1904) berkenalan dengan Estella H Zeehandelaar, seorang perempuan Yahudi pejuang feminisme radikal yang tinggal di Amsterdam, Belanda. Estella- atau yang disebut oleh Kartini dalam surat-suratnya dengan Stella, adalah anak seorang dokter dari keluarga Yahudi. Stella dikenal sebagai pegiat feminisme, sosialisme, aktivis penyayang binatang, dan seorang vegetarian layaknya penganut Theosofi yang cukup berpengaruh saat itu. Stella juga aktif sebagai anggota Social Democratische Arbeiders Partij (SDAP), partai pengusung sosialis-demokrat di negeri Belanda yang ketika itu memperjuangkan sosialisme dan humanisme, termasuk ide-ide tentang kesetaraan gender dan pluralisme.
Perkenalan Kartini dengan Stella berlangsung lewat korespondensi surat-menyurat. Surat pertama ditulis Kartini pada 25 Mei 1899, ketika usianya menginjak 20 tahun. Tak sulit bagi Kartini untuk menjalin hubungan dengan orang-orang Belanda, mengingat sebagai anak priyai Jawa, ia mempunyai akses yang mudah untuk melakukan itu. Teman-temannya semasa di Europese Lagere School (ELS) kebanyakan adalah anak-anak Eropa, khususnya Belanda. Paman dan saudara-saudaranya juga dekat dengan elit Belanda.
Surat menyurat Kartini dengan Stella banyak membicarakan mengenai kebatinan dan keyakinan agama. Dalam surat-suratnya, Stella juga banyak memperkenalkan Kartini dengan berbagai paham modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Mengenai persahabatannya dengan Kartini, Stella pernah menulis surat kepada Ny. Nellie van Koll, tertanggal 28 Juni 1902, yang mengatakan, “Kartini dilahirkan sebagai seorang Muslim, dan saya dilahirkan sebagai seorang Yahudi. Meskipun demikian, kami mempunyai pemikiran yang sama tentang Tuhan…”
Dalam suratnya kepada H.H van Kol, anggota Freemason yang juga suami dari Nellie van Kol, tertanggal 10 Agustus 1902, Kartini juga mengatakan, “Ia tidak seagama dengan kita, tetapi tidak mengapa. Tuhannya, Tuhan kita semua.” Sedangkan kepada Stella, dalam surat tertanggal 6 Nopember 1899, Kartini mengatakan, “Ya Tuhanku, adakalnya aku berharap, alangkah baiknya jika tidak ada agama itu, sebenarnya yang harus mempersatukan semua hamba Allah…orang yang seibu sebapak berlawanan karena berlainan cara mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang berkasih-kasihan dengan amat sangatnya, dengan amat sedihnya bercerai berai. Karena berlainan tempat menyeru Tuhan, Tuhan yang itu juga, berdirilah tembok yang membatasi hati yang berkasih-kasihan. Benarkah agama itu restu bagi manusia? Tanyaku kerap kali kepada diriku sendiri dengan bimbang hati...”
Kumpulan surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar bisa dilihat dalam korespondensi Kartini periode 1899-1903, yang kemudian dikumpulkan oleh Dr. Joost Cote dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul, “Aku Mau…Femininisme dan Nasionalisme: Surat-Surat Kartini Kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903″. Buku ini diterbitkan pada 1979 untuk mengenang seabad wafatnya Kartini.
Sosok lain yang menjadi sahabat Kartini adalah Nyonya Rosa Manuela Abendanon Mandri atau sering disingkat Ny. RM Abendanon Mandri. Perempuan berdarah Yahudi, kelahiran Puerto Rico ini adalah istri kedua dari Jacques Henri Abendanon, Direktur Kementerian Pengajaran, Ibadat, dan Kerajinan di Hindia Belanda. Ny. Abendanon disebut oleh Kartini sebagai orang satu-satunya yang banyak mengetahui kehidupan batinnya.Ny. Abendanon juga banyak mengirimkan buku-buku terutama tentang humanisme, diantaranya buku Karaktervorming der Vrouw (Pembentukan Akhlak Perempuan) karya Helena Mercier,Modern Maagden (Gadis Modern) karya Marcel Prevost, De Vrouwen an Socialisme (Wanita dan Sosialisme) karya August Bebel dan Berthold Meryan karya seorang sosialis bernama Cornelie Huygens. Kartini juga membaca buku De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus.
Surat-surat Kartini dengan RM Abendanon kemudian diterbitkan pada 1911 oleh Kartini Fonds, sebuah lembaga yang dibentuk oleh seorang humanis yang juga terlibat dari Gerakan Politik Etis, Conrad Theodore van Daventer. Kumpulan surat tersebut kemudian diberi judul “Door Duisternis tot Licht”, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Sastrawan anggota Theosofi, Armijn Pane dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”
Majalah Tempo, 12 Oktober 1987, mengulas mengenai terbitnya buku yang berisi surat menyurat Kartini dengan Ny. RM Abendanon dan J.H Abendanon. Majalah Tempo menulis, tak semua surat-surat Kartini ditampilkan dalam buku tersebut. Stella, yang diduga memiliki sedikitnya 20 surat Kartini, hanya meminjamkan 14 pucuk. Annie Glaser, sosok yang disebut dalam surat Kartini, yang menceritakan spiritualisme gaib, bahkan sama sekali menolak meminjamkan surat-srat Kartini yang ada di tangannya untuk dipublikasikan.
Sejumlah surat lainnya, diterbitkan namun sudah diedit dan dipotong oleh Ny. Abendanon. Inilah yang menjadi pertanyaan sebagaimana diajukan oleh Dr.Th Sumarna dalam bukunya “Tuhan dan Agama dalam Pergulatan Batin Kartini”, entah dengan alasan apa surat-surat Kartini yang berisi yang berisi pengalamannya dalam dunia okultislme dan mistisisme “disensor” oleh Abendanon? Keterangan mengenai kepercayaan Kartini terhadap okultisme hanya didapat dari surat-suratnya yang ditujukan kepada Stella dan keluarga Van Kol. Seperti diketahui, okultisme banyak diajarkan oleh jaringan Freemasonry dan Theosofi, sebagai bagian dari ritual perkumpulan mereka.
Cerita mengenai okultisme sempat disinggung oleh Kartini dalam suratnya, 15 Juli 1902. Kartini menulis, “Mengenai spiritisme yang dianutnya (Tuan Van Kol, pen) dengan setia, sudah diceritakan Annie kepada Nyonya, bukan? Saya senang sekali bahwa diperkenalkan dengan kepercayaan itu, tidak untuk memanggil rohnya, tetapi mengenai indahnya kepercayaan itu. Ajaran itu mendamaikan kami banyak hal, yang tampaknya ketidakadilan berat dan memberikan hiburan, bahwa kegagalan kami sekarang dalah penebusan dosa dalam kehidupan sebelumnya…kami sungguh-sungguh tercengang. Tuan Van Kol mengatakan bahwa dia dan istrinya melalui spiritisme memperoleh banyak nasihat dari dunia arwah.”
Tuan dan Nyonya Abendanon adalah sahabat karib Snouck Hurgronje. Atas saran Snouck-lah, Tuan Abendanon, yang juga berdarah Yahudi, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan di Hindia Belanda, diminta untuk mendekati Kartini bersaudara.Snouck yang ketika itu menjabat sebagai Penasehat Pemerintahan Hindia Belanda, meminta Abendanon agar menaruh perhatian lebih kepada Kartini. Tujuannya adalah, merekrut sebanyak mungkin anak-anak priayai agar tercapai proses asimiliasi antara kebudayaan Barat dan pribumi.
Kepada Ny. Abendanon, Kartini pernah menitip pesan agar menanyakan hal yang berkaitan dengan hukum Islam. Kartini menganggap Snouck sebagai orang yang paham Islam, padahal sesungguhnya seorang orientalis yang pura-pura mendalami Islam. Kartini menulis, “Apabila bila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr Snouck Hurgronje, sudikah nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut:Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat? Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya. Bagaimana undang-undang agama mereka? Suatu hal yang bagus sekali, saya malu bahwa kami sendiri tidak tahu tentang hal itu…“
Nama-nama lain yang menjadi teman berkorespondensi Kartini adalah Tuan H.H Van Kol (anggota Freemason), Ny Nellie Van Kol, Ny M. C.E Ovink Soer, E.C Abendanon (anak J.H Abendanon), dan Dr N Adriani. Kepada Kartini, Ny Van Kol banyak mengajarkan tentang Bibel dan spiritualisme, sedangkan kepada Dr N Adriani, Kartini banyak mengeritik soal zending Kristen, meskipun dalam pandangan Kartini semua agama sama saja.
Ridwan Saidi dalam buku Fakta dan Data Yahudi di Indonesia memiliki cerita lain. Ridwan mengatakan, sebagai orang yang berasal dari keturunan priayi atau elit Jawa dan mempunyai bakat yang besar dalam pendidikan, maka Kartini menjadi bidikan kelompok Theosofi, sebuah kelompok yang juga banyak digerakkan oleh orang-orang Belanda saat itu. Dalam catatan Ridwan Saidi, orang-orang Belanda gagal mengajak Kartini berangkat studi ke negeri Belanda. Karena gagal, maka mereka menyusupkan ke dalam kehidupan Kartini seorang gadis kader Zionis bernama Josephine Hartseen.Hartseen, menurut Ridwan adalah nama keluarga Yahudi.
Tulisan ini bisa dibilang adalah pengantar bagi mereka yang ingin meneliti secara serius dan mendalam tentang bagaimana pemikiran dan paham keagaaman Kartini, dan sejauh mana para keturunan Yahudi tersebut mempengaruhi pemikirannya? Dalam buku “Gerakan Theosofi di Nusantara”, penulis menyimpulkan bahwa corak pemikiran dan keagamaan Kartini sangat kental dengan muatan Theosofi. Itu tercermin dari surat-suratnya dan pertemanannya dengan para Yahudi Belanda. Namun, bisa saja data yang tak terungkap lebih banyak, mengingat surat-menyurat Kartini tak semuanya diterbitkan, dan sebagian entah kemana…
*Penulis buku “Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara”, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010.
(saifalbattar/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/21/r-a-kartini-dan-para-yahudi-belanda.html#sthash.DeF9dDuk.dpuf


